Mengapa Principal menggunakan
distributor? Pertanyaan ini memang seharusnya dijawab dengan benar. Apabila
tidak diketahui dengan benar berarti, selama ini kita tidak mengetahui dengan
tepat apa sebenarnya bisnis kita. Paling utama setiap bisnis yang dipikirkan
adalah profit. Hal ini tidak bisa dipungkiri, setiap bisnis pasti membutuhkan
profit. Tetapi untuk lebih jelasnya, kenapa pada akhirnya distributor dipilih?
Tentunya principal telah menganggap distributor memiliki keahlian di bidang
distribusi produk, selain dipercaya karena memiliki capital. Oleh sebab itu
jika kita sudah mengetahui yang sebenarnya bahwa distributor itu dipilih karena
distributor dianggap memiliki keahlian di bidang distribusi, maka tugas
distributor adalah mendistribusikan produk perusahaan sampai diterima konsumen
pemakainya.
Nah, dalam praktek yang terjadi
distributor tidak melakukan sebagai mana fungsinya sebagai distributor.
Misalnya tidak menegur sales people yang tidak mampu menyebarkan produk kepada
para pemilik toko (channel) sehingga banyak produk yang kosong di rak-rak
pemilik toko tersebut. Ini disebabkan karena distributor tidak memberikan
target ideal kepada sales people, berapa banyaknya customer yang mestinya melakukan
order. Istilah lainnya sedikitnya jumlah transaksi yang dilihat disisi
frekuensi pembelian. Istilah lainnya adalah efective call atau call (kunjungan)
yang dilakukan secara efektif dan menghasilkan transaksi.
Lebih
rumit lagi kalau menghubungkan dengan persoalan ini yaitu jika ternyata
salesman mampu menjual produk tersebut, tetapi distributor tidak berjalan
sesuai fungsinya, akhirnya produk yang diminta oleh pemilik toko tidak ada di
gudang distributor. Semua itu terjadi karena pihak distributor tidak sengaja
untuk menjual produknya di wilayah yang sudah diberikan oleh principal sesuai
dengan perjanjian kerja samanya. Tetapi menjualnya diluar wilayah yang
diberikannya. Ia melakukan border crossing.
Selain itu Distributor juga tidak mau
menjual kepada banyak pelanggan seperti pengecer kecil yang disarankan oleh
principalnya, melainkan menjual kepada pelanggan-pelanggan besar saja. Sehingga
jatah untuk pengecer kecil tidak ada dan pengecer-pengecer tersebut akhirnya
tidak menyediakan barang seperti yang diharapkan oleh principal. Seperti sifat
produknya, jika memang distributor mendistribusikan produk yang sangat intensif
harus didistribusikan, supaya toko selalu ada barang, maka tidak
mendistribusikan barang ke para pemilik outlet dalam hal ini tentunya sudah
merupakan kesalahan.
Jadi sebenarnya distributor dipilih
oleh principal. Bukan masalah keuangan yang cukup baik saja yang menjadi
pertimbangan principal. Ada beberapa pertimbangan yang biasanya dilakukan oleh
perusahaan agar ia bisa memilih mitra kerjanya. Pertimbangan yang paling utama
sebenarnya sejauh mana distribusi produk yang sedang dikerjakan oleh
distributor. Oleh sebab itu untuk memahami kinerja distributor ketika proses
hendak melakukan pemilihan, principal akan melakukan survey kelayakan untuk
ditunjuk atau tidak oleh principal. Indicator yang paling utama dalam item
survey tersebut adalah seberapa banyak produk yang didistribusikan oleh
distributor di wilayah kerjanya. Tentunya Principal mengukur produk milik mitra
kerja sama distributor yang sekarang ini masih aktif.
Lewat survey ini akan diketahui seberapa
besar peran distributor dalam memasarkan produknya. Sehingga pemilihan
distributor yang dilakukan bisa sesuai dengan tujuan dari pada principal.
Apabila hal ini sudah dilakukan dan dalam kenyataannya ketika kerja sama pihak
distributor tidak melakukan sesuai dengan harapan principal, tentunya ada
beberapa sebab yang melandasi hal ini. Misalnya yang sering terjadi adalah
kesepakatan yang belum clear sehingga distributor menunggu surat resmi dari
principal. Hal ini bisa saja menghambat aktivitas distribusi yang akan
dilakukan oleh pihak distributor. Contoh aktivitas distribusi yang terhenti
karena hal ini seperti : trade promosi, consumer promosi, listing fee, sewa
rak, kesepakatan diskon tambahan dari principal yang mana semua itu belum
disetujui oleh principal.
Tetapi apabila hal tersebut sudah
ditangani oleh principal dan sudah disampaikan secara resmi kepada distributor
dan distributor tidak melaksanakan aktivitas distribusi sesuai harapan,
tentunya distributor sudah membuat suatu kesalahan sebagai mana fungsinya.
Bertindak sebagai trader tentu saja diperbolehkan kalau memang distributor
memiliki show room dan melayani para pedagang secara partai. Hal ini bisa
dimungkinkan sebab hampir distributor yang ada di daerah selalu berawal dari
para gosir besar. Namun setelah menjadi distributor, tentunya fungsi sebagai
distributor yang mendistribusikan barang juga harus dilakukan.
Principal sangat mengharapkan hal ini
karena dengan melalui aktivitas distribusi ini diharapkan terdapat manfaat
pengenalan produk kepada konsumen lebih cepat dan meluas. Salah satu cara
memperkenalkan produk lewat jalur distribusi yaitu dengan mendistribusikan
seluas dan semerata mungkin. Semua itu tujuannya adalah agar principal melalui
distributor mitra kerja samanya dapat melakukan penyediaan produk agar konsumen
mudah untuk mendapatkannya. Inilah kunci distribusi yang sering diterapkan oleh
principal.
Selain itu dengan didistribusikannya
produk principal secara merata dan luas, principal akan memiliki keunggulan
bersaing. Artinya semakin tersedia produk di saluran distribusinya, maka
semakin memiliki peluang produk untuk dibeli oleh konsumen disamping produk
tersebut dapat mensubstitusi produk pesaing. Khususnya produk pesaing yang
kosong persediaannya. Oleh sebab itu sangatlah mungkin jika distributor
melakukan fungsinya dengan benar dan tidak bertindak sebagai trader, produk
yang beredar dan memenuhi stok persediaan saluran distribusi akan mencukupi
kebutuhan konsumen. Dengan demikian produk memiliki keunggulan bersaing dibanding
produk kompetitornya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar