Tools sales force ini karena tidak memberikan dampak
profit secara langsung kepada distributor, seringkali oleh distributor
disia-siakan saja. Padahal tools ini sangat berhubungan erat dengan penjualan.
Seringkali tools ini sengaja tidak dibuat, dan kalaupun sudah dibuat, maka
tools ini tidak digunakan semaksimal mungkin sesuai kebutuhannya. Bahkan ada
distributor yang menjual tools ini ke pengepul barang-barang bekas karena sudah
kelewat masanya. Kalau kita memahami konsep impulse
buying, tools ini sangat berperan untuk mendorong terciptanya penjualan. Memang secara langsung tidak akan
memberikan penjualan yang begitu dahsyat, tetapi paling tidak tools ini adalah
alat menuju untuk mendapatkan profit yang maksimal.
Untuk masalah ini sebenarnya
distributor tidak perlu membuat sendiri, sebab Principal akan menyediakan,
misalnya katalog, brosur, hanger, wobbler, stiker, card price serta lainnya principal akan mencetakan. Tergantung
seberapa jauh distributor mengajukan, kalau tidak diajukan ke principal, maka
principal juga tidak akan membuatkan. Namun ada principal yang sangat
memperhatikan hal ini, sebab ia memahami bahwa tools ini sangat penting, baik
bagi sales force sendiri maupun pihak pedagang. Kalau tools ini sudah diedarkan
dan dipasang tentunya principal sudah mendorong konsumen untuk mengetahui brand
produknya.
Perhatian yang baik terhadap
alat-alat yang menunjang penjualan memang kurang diperhatikan, sebab selama ini
memang tidak ada pembelajaran dari principal mengenai hal ini. Kalaupun
disampaikan hanya sekilas saja. Pihak penyampai juga tidak menjadikan alat-alat
penunjang penjualan ini sebagai bagian yang penting selain penjualan produk itu
sendiri, serta distribusi produk yang merata. Atau mengurusi hal-hal yang
berhubungan dengan avaibility dan visibility produk. Oleh
sebab itu agar distributor profit, perhatian terhadap tools sales force ini sebaiknya
tidak dikesampingkan. Anggap seperti makanan sehat, bila sudah ada empat maka
lebih sempurnanya kalau dibuat lima ,
yaitu ditambahi susu. Anggap saja tools itu adalah susu untuk memberi sehat dan
pelicin penjualan sales force di lapangan.
Tools sales force
Apa saja tools sales force? Untuk yang paling dekat
dengan salesman yang harus dibawah setiap hari adalah daftar harga, catalog
atau contoh riil produk. Sementara itu untuk tools yang lain seperti hanger,
wobbler, stiker, card price, selftalker, flagchain, brosur bisa dibawah
seorang SPG atau MD. Memang dalam hal ini ada pembagian tugas. Sesuai dengan
fungsinya SPG dan MD biasanya dibiayai oleh Principal, sementara itu mereka
banyak bekerja untuk membantu sales force distributor agar produknya keluar
dari rak para pengecer. Terutama cara ini banyak digunakan oleh principal FMCG.
Oleh karena menurut mereka peperangan yang terjadi sebenarnya bukan antara
sales force dengan sales force, tetapi peperangan yang terjadi sesungguhnya
adalah di space (ruang rak) para pengecer. Oleh sebab itu focus perhatian saat
ini adalah di space itu sendiri. Jika sales force sudah meng-order dan barang dikirim, tetapi barang tidak
ada di space maka tidak akan terjadi peluang penjualan.
Sementara itu jika barang
sudah ada di space tetapi tidak ada petunjuk seperti selftalker, brosur atau card
price, maka produk itu masih belum bisa terkomunikasikan dengan cepat. Peluang
penjualan akan menjadi kecil. Bahkan untuk melakukan dan membuat pernak-pernik
ini bisa berjalan dengan baik, maka ada principal yang sengaja mentraining anak
buah agar memahami manajemen display dan space. Semua itu bukannya apa-apa, malah pertarungan di space yang membuat
principal menciptakan hal seperti itu. Siapa yang belajar lebih baik dan
berpengetahuan baik mengenai display dan pernak-perniknya, maka semakin bisa
bersaing produk di space. Nah, tools yang dicetakan atau diterbitkan oleh
principal sangatlah penting untuk dihargai sebab hasilnya akan berdampak pada
penjualan distributor itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar