Kamis, 17 April 2014

BERDAYAKAN TOOLS SALES FORCE AGAR PROFIT MAXIMAL

Tools sales force ini karena tidak memberikan dampak profit secara langsung kepada distributor, seringkali oleh distributor disia-siakan saja. Padahal tools ini sangat berhubungan erat dengan penjualan. Seringkali tools ini sengaja tidak dibuat, dan kalaupun sudah dibuat, maka tools ini tidak digunakan semaksimal mungkin sesuai kebutuhannya. Bahkan ada distributor yang menjual tools ini ke pengepul barang-barang bekas karena sudah kelewat masanya. Kalau kita memahami konsep impulse buying, tools ini sangat berperan untuk mendorong terciptanya penjualan. Memang secara langsung tidak akan memberikan penjualan yang begitu dahsyat, tetapi paling tidak tools ini adalah alat menuju untuk mendapatkan profit yang maksimal.
Untuk masalah ini sebenarnya distributor tidak perlu membuat sendiri, sebab Principal akan menyediakan, misalnya katalog, brosur, hanger, wobbler, stiker, card price serta lainnya principal akan mencetakan. Tergantung seberapa jauh distributor mengajukan, kalau tidak diajukan ke principal, maka principal juga tidak akan membuatkan. Namun ada principal yang sangat memperhatikan hal ini, sebab ia memahami bahwa tools ini sangat penting, baik bagi sales force sendiri maupun pihak pedagang. Kalau tools ini sudah diedarkan dan dipasang tentunya principal sudah mendorong konsumen untuk mengetahui brand produknya.
Perhatian yang baik terhadap alat-alat yang menunjang penjualan memang kurang diperhatikan, sebab selama ini memang tidak ada pembelajaran dari principal mengenai hal ini. Kalaupun disampaikan hanya sekilas saja. Pihak penyampai juga tidak menjadikan alat-alat penunjang penjualan ini sebagai bagian yang penting selain penjualan produk itu sendiri, serta distribusi produk yang merata. Atau mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan avaibility dan visibility produk. Oleh sebab itu agar distributor profit, perhatian terhadap tools sales force ini sebaiknya tidak dikesampingkan. Anggap seperti makanan sehat, bila sudah ada empat maka lebih sempurnanya kalau dibuat lima, yaitu ditambahi susu. Anggap saja tools itu adalah susu untuk memberi sehat dan pelicin penjualan sales force di lapangan.
Tools sales force
Apa saja tools sales force? Untuk yang paling dekat dengan salesman yang harus dibawah setiap hari adalah daftar harga, catalog atau contoh riil produk. Sementara itu untuk tools yang lain seperti hanger, wobbler, stiker, card price, selftalker, flagchain, brosur bisa dibawah seorang SPG atau MD. Memang dalam hal ini ada pembagian tugas. Sesuai dengan fungsinya SPG dan MD biasanya dibiayai oleh Principal, sementara itu mereka banyak bekerja untuk membantu sales force distributor agar produknya keluar dari rak para pengecer. Terutama cara ini banyak digunakan oleh principal FMCG. Oleh karena menurut mereka peperangan yang terjadi sebenarnya bukan antara sales force dengan sales force, tetapi peperangan yang terjadi sesungguhnya adalah di space (ruang rak) para pengecer. Oleh sebab itu focus perhatian saat ini adalah di space itu sendiri. Jika sales force sudah meng-order dan barang dikirim, tetapi barang tidak ada di space maka tidak akan terjadi peluang penjualan.

Sementara itu jika barang sudah ada di space tetapi tidak ada petunjuk seperti selftalker, brosur atau card price, maka produk itu masih belum bisa terkomunikasikan dengan cepat. Peluang penjualan akan menjadi kecil. Bahkan untuk melakukan dan membuat pernak-pernik ini bisa berjalan dengan baik, maka ada principal yang sengaja mentraining anak buah agar memahami manajemen display dan space. Semua itu bukannya apa-apa,  malah pertarungan di space yang membuat principal menciptakan hal seperti itu. Siapa yang belajar lebih baik dan berpengetahuan baik mengenai display dan pernak-perniknya, maka semakin bisa bersaing produk di space. Nah, tools yang dicetakan atau diterbitkan oleh principal sangatlah penting untuk dihargai sebab hasilnya akan berdampak pada penjualan distributor itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar