Biaya-biaya
yang dikeluarkan kisarannya 4-6% dari harga barang yang dijualnya. Di sini jadi
terlihat bahwa distributor dalam menjalankan roda bisnisnya harus jeli.
Keuntungan distributor sangat tipis, hanya menjadi besar jika volume
penjualannya menggelembung. Oleh karena tidak memiliki brand sendiri dan
mengandalkan barang dari pertner kerjasama, sebenarnya distributor secara
jangka panjang tidak memiliki fondasi yang kuat. Mungkin ada
bebeberapa kasus yang bisa menjadi contoh riil, sebut saja distributor nasional
dengan inisial WO, ketika ada produsen besar yang bergabung, waktu itu produsen
mie instan terbesar sebelum mie Sedap dan minuman serbuk energi yang terbesar
bergabung, distributor ini sangat berjaya. Omzet penjualannya bisa menutup
ongkos biaya-biaya yang ada. Setelah dua produk besarnya mengundurkan diri,
distributor mulai kelimpungan. Distributor juga mulai banyak mem-PHK sales
forcenya demi mempertahankan pemasukan yang tidak seimbang dengan pengeluaran.
Fondasi kuat, distributor tidak mudah
ambruk.
Distributor tersebut akhirnya
berpikir mengenai private label, yaitu produk berlabel yang merupakan miliknya
sendiri. Hitungannya memang smart,
tetapi gerakannya ternyata terlambat, karena untuk membuat brand menjadi hebat
membutuhkan waktu yang cukup panjang dan ketelatenan dalam memasarkannya. Apa
yang dibuatnya masih belum bisa mengejar kekurangannya setelah ditinggalkan
partner besarnya. Ini mungkin bisa menjadi inspirasi para pemilik distributor
yang ada di tanah air sebelum terlambat. Kalau distributor sebelumnya berangkat
dari trader, maka masih ada harapan karena back bone keuangan bertumpu pada
grosir atau toko yang dimilikinya. Tetapi bagi distributor yang berangkat murni
sebagai distributor, sebaiknya mulai memikirkan ”private label” yang bisa
menunjang kegiatan distribusi di masa mendatang ketika para partner mulai
meninggalkannya.
Pada
bagian ini kita akan belajar bagaimana mengaplikasikan management category
dalam distributor kita untuk mengantisipasi keluarnya principal, memaksimalkan
category margin yang dibuat, memenuhi category implantation, mengukur margin
setiap principal dari sales turn over-nya
dan melihat keberhasilan penjualan melalui target yang sudah diberikan. Bagian
ini masih berhubungan erat dengan cara distributor untuk mendapatkan profit
yang maksimal. Baca selengkapnya pada buku " Strategi melipatgandakan keuntungan distributor" tulisan Frans M. Royan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar